Selamat datang di Sentra Cendekia Publishing, mitra profesional publikasi ilmiah yang membantu dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi dalam meningkatkan kualitas serta jangkauan publikasi ilmiah nasional maupun internasional. Mengetahui cara cek Scopus Author ID merupakan langkah penting bagi penulis yang telah atau sedang mempersiapkan publikasi pada jurnal terindeks Scopus. Scopus Author ID adalah identitas unik yang dibuat oleh database Scopus untuk menghubungkan seorang penulis dengan seluruh karya ilmiah, jumlah sitasi, afiliasi, dan indikator akademiknya. Melalui pengecekan Scopus Author ID, penulis dapat memastikan bahwa profil publikasi telah tercatat dengan benar dan tidak mengalami kesalahan identifikasi.
Lembaga Publikasi Jurnal Terakreditasi & Bereputasi Terverfikasi

Proses Cara Upload Jurnal Scopus dimulai dari memastikan artikel sudah sesuai template jurnal, kemudian masuk ke tahap submission melalui sistem editorial seperti Elsevier Editorial Manager. Pada tahap awal, Anda perlu memahami Cara Submit Jurnal Scopus agar tidak terjadi kesalahan teknis. Setelah itu, lakukan pengecekan Template Jurnal Scopus sebelum unggah file manuskrip. Pastikan juga sudah melakukan Cek Similarity Jurnal untuk menghindari plagiarisme.
Selanjutnya, penulis wajib menyiapkan Format Jurnal Internasional yang sesuai standar Scopus. Jangan lupa memahami Proses Review Jurnal Scopus agar siap menghadapi revisi dari reviewer. Untuk meningkatkan peluang diterima, pelajari juga Strategi Publikasi Scopus serta Tips & Syarat Lolos Jurnal Scopus. Terakhir, Anda dapat menggunakan layanan Jasa Publikasi Scopus untuk pendampingan hingga artikel benar-benar terbit.
Apa Itu Scopus Author ID?

Scopus Author ID adalah nomor identifikasi unik yang diberikan secara otomatis oleh Scopus (Elsevier) kepada penulis yang memiliki publikasi yang berhasil masuk dalam database Scopus.
Identitas ini berfungsi untuk membedakan satu penulis dengan penulis lainnya, terutama ketika terdapat kesamaan nama.
Sebagai contoh, banyak akademisi memiliki nama yang sama. Tanpa sistem identifikasi khusus, artikel dari beberapa penulis berbeda dapat tercampur. Oleh karena itu, Scopus menggunakan Author ID untuk mengelompokkan publikasi berdasarkan:
- Nama penulis.
- Institusi atau afiliasi.
- Bidang penelitian.
- Riwayat publikasi.
- Kolaborator penelitian.
Konsultasikan artikel Anda bersama Sentra Cendekia Publishing. Kami siap membantu proses publikasi jurnal Scopus maupun SINTA secara profesional.
Saya Ingin Publikasi ScopusMengapa Perlu Mengetahui Scopus Author ID?

Mengetahui Scopus Author ID memberikan banyak manfaat bagi penulis akademik.
Beberapa alasan pentingnya melakukan pengecekan Scopus Author ID antara lain:
1. Memastikan Publikasi Terhubung dengan Benar
Penulis dapat memastikan bahwa artikel yang diterbitkan sudah masuk dalam profil akademiknya.
2. Melihat Performa Akademik
Melalui profil Scopus, penulis dapat mengetahui:
- Jumlah artikel.
- Total sitasi.
- H-index.
- Perkembangan publikasi.
- Jaringan kolaborasi.
3. Mendukung Kebutuhan Akademik
Scopus Author ID sering digunakan dalam berbagai kebutuhan seperti:
- Evaluasi kinerja dosen.
- Pengajuan kenaikan jabatan akademik.
- Pengajuan hibah penelitian.
- Rekam jejak penelitian institusi.
Pembahasan Lengkap Cara Cek Scopus Author ID
Berikut penjelasan lengkap mengenai aspek penting dalam melakukan pengecekan Scopus Author ID:
| Aspek | Penjelasan | Manfaat |
|---|---|---|
| Scopus Author ID | Nomor identitas unik yang diberikan Scopus kepada penulis yang memiliki publikasi terindeks. | Memudahkan identifikasi penulis. |
| Profil Penulis | Berisi informasi nama, afiliasi, publikasi, sitasi, dan bidang penelitian. | Menampilkan rekam akademik secara lengkap. |
| Author Search | Fitur pencarian Scopus untuk menemukan profil penulis. | Membantu menemukan ID penulis secara cepat. |
| Author Profile Correction | Fitur perbaikan apabila terdapat kesalahan data penulis. | Menjaga akurasi profil akademik. |
Siapa yang Membutuhkan Scopus Author ID?
Scopus Author ID dibutuhkan oleh berbagai kalangan akademik, terutama:
| Pengguna | Kebutuhan |
|---|---|
| Dosen | Mendukung rekam publikasi dan kenaikan jabatan akademik |
| Peneliti | Mengukur dampak penelitian melalui sitasi |
| Mahasiswa Pascasarjana | Membangun profil akademik internasional |
| Profesor | Menampilkan produktivitas penelitian |
| Institusi Pendidikan | Melakukan pemetaan kinerja penelitian |
Scopus Author ID menjadi salah satu identitas penting bagi akademisi yang ingin meningkatkan visibilitas penelitian secara global.
Hubungan Scopus Author ID dengan Publikasi Jurnal Scopus
Scopus Author ID tidak dapat dibuat secara manual. Sistem akan membuat identitas tersebut ketika penulis memiliki artikel yang diterbitkan pada jurnal atau prosiding yang telah terindeks Scopus.
Alur sederhananya:
Publikasi Artikel → Artikel Terindeks Scopus → Sistem Mengenali Penulis → Scopus Membuat Author ID → Profil Akademik Terbentuk
Oleh karena itu, penulis yang ingin memiliki Scopus Author ID perlu fokus pada strategi publikasi yang benar, mulai dari memilih jurnal terpercaya hingga memastikan artikel memenuhi standar akademik.
Manfaat Cek Scopus Author ID Secara Berkala
Melakukan pengecekan secara berkala membantu penulis menjaga kualitas profil akademiknya.
Manfaatnya antara lain:
✅ Memastikan artikel terbaru sudah masuk.
✅ Mengecek jumlah sitasi terbaru.
✅ Memastikan tidak ada profil ganda.
✅ Memperbaiki kesalahan nama atau afiliasi.
✅ Menjaga data akademik tetap akurat.
Langkah-Langkah Cara Cek Scopus Author ID Secara Lengkap
Setelah memahami pengertian dan fungsi Scopus Author ID, tahap berikutnya adalah mengetahui cara cek Scopus Author ID secara langsung melalui database Scopus. Pengecekan ini penting dilakukan agar penulis dapat memastikan bahwa profil akademik, daftar publikasi, serta informasi afiliasi telah tercatat dengan benar.
Scopus menyediakan fitur Author Search yang memungkinkan pengguna mencari profil penulis berdasarkan nama, afiliasi, dan bidang penelitian. Melalui fitur tersebut, penulis dapat menemukan nomor Scopus Author ID dan melihat seluruh rekam publikasi yang telah terindeks.
Cara Cek Scopus Author ID Melalui Scopus Author Search
Berikut langkah-langkah lengkap untuk menemukan Scopus Author ID:
Langkah 1: Membuka Website Resmi Scopus
Pertama, buka database resmi Scopus melalui halaman:
Kemudian pilih menu Search dan masuk ke bagian Authors atau Author Search.
Pada tahap ini, pengguna akan diarahkan menuju halaman pencarian profil penulis.
Langkah 2: Masukkan Nama Penulis
Masukkan informasi penulis pada kolom pencarian:
- Last Name (nama belakang).
- First Name (nama depan).
- Affiliation (institusi).
Contoh:
Nama:
Ahmad Fauzi
Maka dapat ditulis:
- Last Name: Fauzi
- First Name: Ahmad
Penambahan afiliasi sangat disarankan agar hasil pencarian lebih akurat.
Langkah 3: Periksa Daftar Profil Penulis
Setelah melakukan pencarian, Scopus akan menampilkan beberapa profil yang memiliki kemiripan nama.
Pada tahap ini, lakukan pemeriksaan berdasarkan:
- Nama lengkap.
- Institusi.
- Negara.
- Bidang penelitian.
- Daftar artikel.
Pastikan profil yang dipilih benar-benar milik Anda.
Langkah 4: Membuka Profil Penulis
Klik nama penulis yang sesuai.
Pada halaman profil, pengguna dapat melihat:
- Scopus Author ID.
- Jumlah dokumen.
- Jumlah sitasi.
- H-index.
- Co-author.
- Riwayat afiliasi.
Nomor yang terdapat pada bagian profil merupakan Scopus Author ID.
Langkah 5: Simpan Scopus Author ID
Setelah menemukan ID tersebut, simpan untuk kebutuhan:
- CV akademik.
- Pengajuan penelitian.
- Kenaikan jabatan akademik.
- Profil institusi.
- Integrasi ORCID.
Tabel Langkah-Langkah Cara Cek Scopus Author ID
| No | Langkah | Penjelasan | Hasil |
|---|---|---|---|
| 1 | Akses Scopus | Membuka database Scopus dan memilih fitur Author Search. | Masuk ke halaman pencarian penulis. |
| 2 | Input Data Penulis | Mengisi nama dan afiliasi sesuai data publikasi. | Daftar profil penulis muncul. |
| 3 | Verifikasi Profil | Mencocokkan artikel, institusi, dan bidang penelitian. | Profil penulis yang benar ditemukan. |
| 4 | Membuka Profil | Melihat halaman Author Details. | Scopus Author ID terlihat. |
| 5 | Menyimpan ID | Mencatat nomor identitas penulis. | ID siap digunakan untuk kebutuhan akademik. |
Cara Memastikan Scopus Author ID Sudah Benar
Setelah menemukan Scopus Author ID, jangan langsung menyimpulkan bahwa profil tersebut benar. Lakukan pemeriksaan tambahan.
Berikut indikator profil Scopus yang benar:
| Indikator | Penjelasan |
|---|---|
| Nama Penulis | Sesuai dengan nama yang digunakan dalam publikasi |
| Afiliasi | Sama dengan universitas atau lembaga penelitian |
| Artikel | Berisi publikasi yang benar-benar ditulis |
| Bidang Ilmu | Sesuai dengan topik penelitian |
| Co-author | Memiliki hubungan kolaborasi yang sesuai |
Profil yang benar akan menampilkan rekam publikasi yang sesuai dengan perjalanan akademik penulis.
Penyebab Scopus Author ID Tidak Ditemukan
Beberapa penulis mengalami kesulitan ketika mencari Scopus Author ID. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan:
1. Belum Memiliki Publikasi Terindeks Scopus
Scopus Author ID hanya dibuat ketika penulis memiliki artikel yang sudah masuk database Scopus.
Jika artikel masih dalam proses review atau belum terindeks, ID belum tersedia.
2. Perbedaan Penulisan Nama
Kesalahan pencarian sering terjadi karena variasi nama.
Contoh:
Nama publikasi:
Muhammad Rizki Ahmad
Namun pencarian menggunakan:
Rizki Ahmad
Hasil pencarian dapat berbeda.
3. Artikel Belum Terupdate
Setelah jurnal diterbitkan, proses indeksasi Scopus membutuhkan waktu tertentu hingga artikel muncul dalam database.
4. Profil Penulis Terpisah
Dalam beberapa kasus, satu penulis dapat memiliki lebih dari satu profil karena perbedaan:
- Nama.
- Institusi.
- Format penulisan artikel.
Cara Mengatasi Kesalahan Scopus Author ID
Jika ditemukan kesalahan, penulis dapat melakukan beberapa tindakan:
1. Mengajukan Perbaikan Profil
Scopus menyediakan layanan koreksi melalui:
Scopus Author Feedback Wizard
Penulis dapat meminta:
- Penggabungan profil.
- Perbaikan nama.
- Perubahan afiliasi.
- Koreksi publikasi.
2. Menghubungkan ORCID
Menghubungkan ORCID membantu memperkuat identitas digital penulis dan mengurangi kesalahan pencocokan data.
3. Menggunakan Nama Konsisten
Gunakan satu format nama pada seluruh publikasi berikutnya.
Tips Agar Scopus Author ID Mudah Ditemukan
Agar profil mudah dikenali oleh sistem Scopus, lakukan beberapa strategi berikut:
✅ Gunakan nama akademik yang konsisten.
✅ Gunakan email institusi saat publikasi.
✅ Cantumkan afiliasi dengan benar.
✅ Gunakan ORCID pada submission jurnal.
✅ Hindari perubahan format nama.
✅ Pastikan metadata artikel akurat.
Data Terbaru Mengenai Scopus Author ID dan Profil Penulis Akademik
Perkembangan publikasi ilmiah internasional membuat pengelolaan identitas penulis menjadi semakin penting. Saat ini, Scopus Author ID menjadi salah satu komponen utama dalam pengelolaan profil akademik karena mampu menghubungkan penulis dengan seluruh rekam publikasi yang telah terindeks dalam database Scopus.
Scopus menggunakan sistem Author Profile untuk mengelompokkan karya ilmiah berdasarkan identitas penulis. Sistem ini membantu mengurangi kesalahan pencatatan akibat banyaknya penulis yang memiliki nama sama.
Selain menampilkan daftar publikasi, profil Scopus juga menyediakan informasi akademik seperti:
- Jumlah dokumen ilmiah.
- Total sitasi.
- H-index.
- Riwayat afiliasi.
- Daftar kolaborator penelitian.
- Bidang kajian utama.
Data tersebut sering digunakan oleh universitas, lembaga penelitian, dan peneliti untuk mengevaluasi produktivitas serta dampak penelitian.
Tabel Data Terbaru Fungsi Scopus Author ID
| Komponen Profil | Informasi yang Ditampilkan | Manfaat Akademik |
|---|---|---|
| Scopus Author ID | Nomor identitas unik penulis dalam database Scopus. | Memastikan identitas publikasi tidak tertukar dengan penulis lain. |
| Documents | Jumlah artikel atau dokumen ilmiah yang telah terindeks. | Menunjukkan produktivitas penelitian. |
| Citations | Jumlah artikel lain yang mengutip karya penulis. | Mengukur dampak penelitian. |
| H-index | Indikator yang menggabungkan produktivitas dan jumlah sitasi. | Menunjukkan pengaruh akademik seorang peneliti. |
| Affiliation History | Riwayat institusi atau organisasi penelitian. | Membantu validasi identitas penulis. |
Contoh Nyata Cara Cek Scopus Author ID
Untuk memahami prosesnya, berikut contoh ilustrasi penggunaan Scopus Author ID dalam dunia akademik.
Contoh 1: Dosen dengan Publikasi Jurnal Internasional
Seorang dosen bernama Dr. Andi Pratama menerbitkan artikel pada jurnal yang terindeks Scopus.
Proses yang terjadi:
- Artikel diterima dan diterbitkan oleh jurnal.
- Publisher mengirim metadata artikel ke Scopus.
- Scopus melakukan proses indeksasi.
- Sistem mengenali nama dan afiliasi penulis.
- Profil Scopus Author ID dibuat atau diperbarui.
- Artikel masuk dalam daftar publikasi penulis.
Setelah itu, dosen tersebut dapat mengecek:
- Jumlah publikasi.
- Jumlah sitasi.
- H-index.
- Profil kolaborasi.
Contoh Nyata Kasus Kesalahan Profil Scopus
Misalnya terdapat dua penulis:
Ahmad Fauzi
Penulis pertama:
- Universitas A
- Bidang Pendidikan
- Publikasi pendidikan
Penulis kedua:
- Universitas B
- Bidang Teknik
- Publikasi teknologi
Karena memiliki nama sama, sistem dapat mengalami kesulitan membedakan kedua penulis.
Solusi:
- Memastikan afiliasi benar.
- Melakukan pengecekan profil.
- Mengajukan koreksi jika terjadi penggabungan data.
Tabel Contoh Penggunaan Scopus Author ID
| Kebutuhan | Penggunaan Scopus Author ID | Dampak |
|---|---|---|
| Kenaikan Jabatan Akademik | Menampilkan bukti publikasi dan sitasi. | Memperkuat rekam jejak akademik. |
| Pengajuan Hibah Penelitian | Menunjukkan pengalaman penelitian. | Meningkatkan kredibilitas peneliti. |
| Kolaborasi Internasional | Memudahkan peneliti lain menemukan profil. | Membuka peluang kerja sama penelitian. |
| Evaluasi Institusi | Mengukur kontribusi publikasi akademisi. | Mendukung pemetaan kinerja penelitian. |
Cara Meningkatkan Kualitas Profil Scopus Author ID
Memiliki Scopus Author ID saja belum cukup. Penulis perlu mengelola profil agar informasi akademiknya tetap akurat.
Berikut strategi yang dapat dilakukan:
1. Gunakan Nama Akademik yang Konsisten
Gunakan satu format nama pada seluruh publikasi.
Contoh:
Muhammad Rizki Ahmad
Hindari perubahan seperti:
- M. Rizki Ahmad.
- Ahmad Rizki.
- M.R. Ahmad.
2. Gunakan Afiliasi Resmi
Pastikan nama universitas atau lembaga penelitian ditulis sesuai standar internasional.
Afiliasi yang benar membantu Scopus mengenali hubungan antara penulis dan institusi.
3. Hubungkan dengan ORCID
ORCID membantu menyediakan identitas digital permanen bagi peneliti.
Manfaat integrasi ORCID:
- Mengurangi kesalahan identifikasi.
- Mempermudah sinkronisasi publikasi.
- Memperkuat profil akademik.
Website resmi ORCID:
4. Periksa Profil Secara Berkala
Penulis sebaiknya melakukan pengecekan apabila:
- Artikel baru belum muncul.
- Ada publikasi yang bukan miliknya.
- Profil terbagi menjadi beberapa bagian.
- Afiliasi berubah.
Referensi Terpercaya Cara Cek Scopus Author ID
Berikut sumber resmi yang dapat dijadikan rujukan:
| Referensi | Keterangan | Link |
|---|---|---|
| Elsevier Scopus Support | Panduan resmi Author Profile dan Scopus Author ID | https://service.elsevier.com/app/home/supporthub/scopus/ |
| Scopus Author Profile | Informasi mengenai profil penulis Scopus | https://www.elsevier.com/products/scopus/author-profiles |
| ORCID | Identitas digital peneliti global | https://orcid.org |
| Elsevier Researcher Academy | Panduan publikasi dan penelitian | https://researcheracademy.elsevier.com |
FAQ Cara Cek Scopus Author ID
Berikut pertanyaan yang sering diajukan oleh dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi terkait cara cek Scopus Author ID:
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apa itu Scopus Author ID? | Scopus Author ID adalah identitas unik yang diberikan oleh database Scopus kepada penulis yang memiliki publikasi terindeks Scopus. ID ini digunakan untuk menghubungkan karya ilmiah, sitasi, dan profil akademik seorang penulis. |
| Bagaimana cara cek Scopus Author ID? | Cara cek Scopus Author ID dilakukan melalui fitur Author Search pada database Scopus dengan memasukkan nama penulis dan afiliasi institusi. |
| Apakah semua penulis memiliki Scopus Author ID? | Tidak. Scopus Author ID hanya tersedia bagi penulis yang memiliki publikasi yang sudah terindeks dalam database Scopus. |
| Apakah Scopus Author ID dapat dibuat secara manual? | Tidak. Scopus Author ID dibuat otomatis oleh sistem Scopus setelah penulis memiliki artikel yang berhasil terindeks. |
| Mengapa Scopus Author ID saya tidak ditemukan? | Penyebabnya dapat karena belum memiliki publikasi Scopus, artikel belum terindeks, variasi nama penulis, atau profil belum terbentuk. |
| Bagaimana jika data Scopus Author ID salah? | Penulis dapat mengajukan perbaikan melalui layanan Scopus Author Feedback Wizard untuk memperbaiki nama, afiliasi, atau penggabungan profil. |
| Apa perbedaan Scopus Author ID dan ORCID? | Scopus Author ID dibuat oleh Scopus untuk database Elsevier, sedangkan ORCID merupakan identitas digital peneliti yang dapat digunakan pada berbagai platform akademik. |
| Mengapa dosen perlu mengetahui Scopus Author ID? | Karena Scopus Author ID membantu menunjukkan rekam publikasi, jumlah sitasi, h-index, serta mendukung kebutuhan evaluasi akademik. |
Publikasikan Artikel Ilmiah Bersama Sentra Cendekia Publishing

Sentra Cendekia Publishing merupakan mitra profesional publikasi ilmiah yang membantu dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi dalam proses publikasi jurnal nasional maupun internasional.
Kami menyediakan layanan:
✅ Pendampingan publikasi jurnal SINTA.
✅ Pendampingan publikasi jurnal Scopus.
✅ Review dan perbaikan artikel ilmiah.
✅ Proofreading akademik.
✅ Editing bahasa ilmiah.
✅ Penyesuaian template jurnal.
✅ Konsultasi pemilihan jurnal sesuai bidang penelitian.
✅ Pendampingan submission hingga proses publikasi.
Dengan pengalaman dalam dunia publikasi ilmiah, Sentra Cendekia Publishing hadir sebagai solusi publikasi terpercaya dengan konsep “Direct Publication Solution”.
Mulai perjalanan publikasi ilmiah Anda bersama Sentra Cendekia Publishing dan tingkatkan peluang artikel Anda diterima pada jurnal bereputasi.
Kesimpulan
Cara cek Scopus Author ID merupakan langkah penting bagi akademisi yang ingin memastikan rekam publikasi ilmiahnya tercatat secara akurat dalam database Scopus. Melalui fitur Scopus Author Search, penulis dapat menemukan profil akademik yang berisi informasi penting seperti daftar publikasi, jumlah sitasi, h-index, afiliasi, serta jaringan kolaborasi penelitian.
Pengelolaan Scopus Author ID yang baik membantu meningkatkan kredibilitas akademik, memudahkan evaluasi penelitian, serta mendukung perkembangan karier akademisi dalam lingkungan penelitian internasional.

