Selamat datang di Sentra Cendekia Publishing, mitra profesional publikasi ilmiah yang siap membantu penulis, dosen, mahasiswa, dan peneliti dalam proses publikasi jurnal nasional maupun internasional. Pada artikel ini, kami akan membahas secara lengkap cara mengatasi similarity tinggi pada naskah ilmiah, mulai dari penyebab similarity tinggi, langkah menurunkannya secara etis, contoh perbaikan, hingga referensi resmi yang dapat dijadikan acuan. Dengan memahami strategi yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang artikel diterima oleh jurnal bereputasi tanpa melanggar etika akademik.
Sentra Cendekia Publishing Lembaga Publikasi Jurnal Terpercaya dan Profesional

Sentra Cendekia Publishing merupakan lembaga pendamping publikasi ilmiah yang berfokus membantu dosen, mahasiswa, peneliti, dan profesional dalam menerbitkan artikel pada jurnal nasional terakreditasi serta jurnal internasional bereputasi. Layanan kami meliputi konsultasi publikasi, proofreading, editing akademik, pengecekan similarity, pemilihan jurnal yang sesuai, pendampingan submit, korespondensi dengan editor, hingga proses revisi artikel.
Cara Mengatasi Similarity Tinggi pada Artikel Ilmiah

Similarity tinggi merupakan salah satu alasan utama artikel ilmiah dikembalikan oleh editor jurnal. Banyak penulis menganggap bahwa similarity identik dengan plagiarisme, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Similarity hanya menunjukkan tingkat kemiripan teks dengan sumber lain, sedangkan plagiarisme berkaitan dengan penggunaan karya orang lain tanpa memberikan atribusi yang benar.
Dalam proses publikasi jurnal, editor biasanya melakukan pemeriksaan menggunakan perangkat lunak seperti Turnitin, iThenticate, atau Crossref Similarity Check. Oleh karena itu, memahami cara mengatasi similarity tinggi menjadi langkah penting agar naskah memenuhi standar etika publikasi.
Mengapa Similarity Bisa Tinggi?
Sebelum melakukan perbaikan, penting mengetahui penyebab utama tingginya similarity.| Penyebab | Penjelasan | Solusi |
|---|---|---|
| Paragraf hasil copy-paste | Mengambil kalimat utuh dari sumber lain. | Lakukan parafrase dengan bahasa sendiri. |
| Kutipan terlalu panjang | Banyak menggunakan direct quotation. | Ringkas isi kutipan. |
| Referensi lama | Sering menggunakan definisi yang sama. | Kombinasikan referensi terbaru. |
| Template jurnal | Bagian template ikut terbaca similarity. | Exclude template saat pengecekan. |
| Self-plagiarism | Menggunakan artikel sendiri tanpa sitasi. | Sitasi publikasi sebelumnya. |
Langkah-Langkah Cara Mengatasi Similarity Tinggi
Berikut merupakan tahapan yang direkomendasikan oleh berbagai editor jurnal internasional. Langkah berikut dilakukan secara berurutan agar proses revisi lebih efektif serta tetap menjaga kualitas akademik artikel.| Langkah | Deskripsi | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|
| 1 | Periksa laporan Turnitin terlebih dahulu. | Mengetahui sumber similarity terbesar. |
| 2 | Parafrase menggunakan kalimat sendiri. | Kemiripan teks berkurang. |
| 3 | Tambahkan analisis pribadi. | Artikel lebih orisinal. |
| 4 | Gunakan sitasi yang benar. | Menghindari plagiarisme. |
| 5 | Perbarui referensi minimal 5 tahun terakhir. | Artikel lebih relevan. |
| 6 | Cek ulang menggunakan Turnitin. | Memastikan similarity turun. |
Data Terbaru Mengenai Similarity pada Publikasi Ilmiah
Beberapa jurnal memiliki kebijakan berbeda mengenai batas similarity.Data berikut merupakan batas similarity yang umum diterapkan oleh penerbit dan lembaga akademik. Kebijakan setiap jurnal tetap dapat berbeda.
| Aspek | Data Terbaru |
|---|---|
| Batas similarity umum | ≤20% |
| Jurnal sangat ketat | ≤10–15% |
| Similarity per sumber | Umumnya ≤3% |
| Software populer | Turnitin, iThenticate, Crossref Similarity Check |
| Yang dinilai editor | Persentase dan lokasi kemiripan |
Catatan: Similarity 18% belum tentu bermasalah apabila berasal dari kutipan, daftar pustaka, atau metodologi standar yang telah disitasi dengan benar.
Tingkatkan Peluang Publikasi Jurnal Scopus Bersama Sentra Cendekia Publishing
Bagi akademisi yang ingin memahami lebih dalam mengenai strategi publikasi jurnal internasional, Anda dapat membaca panduan lengkap berikut untuk mempersiapkan artikel ilmiah dengan lebih optimal:

Pelajari Panduan Publikasi Jurnal Scopus:
- Cara Publikasi Jurnal Scopus untuk Pemula – Panduan langkah demi langkah mulai dari persiapan artikel hingga proses submission jurnal.
- Syarat Publikasi Jurnal Scopus – Ketahui standar dan kriteria penting agar artikel memiliki peluang diterima pada jurnal bereputasi.
- Tips Memilih Jurnal Scopus yang Tepat – Pelajari cara memilih jurnal sesuai bidang penelitian, scope, quartile, dan kredibilitas penerbit.
- Daftar Jurnal Scopus dengan APC Rendah – Temukan strategi mencari jurnal terindeks Scopus yang sesuai dengan kebutuhan publikasi.
- Cara Cek Quartile Jurnal Scopus – Pahami klasifikasi jurnal internasional berdasarkan kualitas dan pengaruh akademiknya.
- Biaya Publikasi Jurnal Scopus – Ketahui informasi mengenai Article Processing Charge (APC) dan berbagai pilihan publikasi jurnal internasional.
- Cara Mengecek Jurnal Terindeks Scopus – Pelajari cara memastikan status indeksasi jurnal secara resmi.
- Format Artikel Jurnal Internasional – Persiapkan manuskrip sesuai standar penulisan jurnal internasional.
Jika Anda membutuhkan pendampingan profesional mulai dari penyusunan artikel, proofreading, pemilihan jurnal, submission, hingga proses publikasi, Sentra Cendekia Publishing siap menjadi mitra publikasi terpercaya untuk membantu mewujudkan target publikasi ilmiah Anda.
Konsultasikan artikel Anda bersama Sentra Cendekia Publishing. Kami siap membantu proses publikasi jurnal Scopus maupun SINTA secara profesional.
Saya Ingin Publikasi ScopusContoh Nyata Mengatasi Similarity Tinggi
Berikut contoh sederhana yang sering ditemukan pada artikel ilmiah.| Sebelum | Sesudah |
|---|---|
| Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. | Penelitian ini dirancang untuk menganalisis bagaimana penggunaan media pembelajaran memberikan dampak terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. |
| Data dianalisis menggunakan SPSS. | Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS sesuai prosedur statistik yang digunakan dalam penelitian. |
Hasil: Parafrase yang tepat dapat menurunkan similarity tanpa mengubah makna ilmiah.
Tips Agar Similarity Tetap Rendah
- Menulis menggunakan bahasa sendiri sejak awal.
- Hindari copy-paste dari artikel sebelumnya.
- Gunakan referensi terbaru.
- Perbanyak analisis dibanding teori.
- Gunakan sitasi sesuai APA, IEEE, Vancouver, atau gaya jurnal.
- Periksa similarity sebelum submit.
Referensi Tepercaya
Gunakan referensi resmi berikut untuk memahami kebijakan similarity dan etika publikasi ilmiah.| Sumber | Keterangan | Link |
|---|---|---|
| Turnitin | Panduan Similarity Report | https://help.turnitin.com |
| COPE | Publication Ethics | https://publicationethics.org |
| Elsevier | Publishing Ethics | https://www.elsevier.com/about/policies/publishing-ethics |
| Springer Nature | Research Integrity | https://www.springernature.com/gp/editorial-policies/research-integrity |
| Crossref | Similarity Check | https://www.crossref.org/services/similarity-check/ |
Kesimpulan
Mengatasi similarity tinggi bukan hanya tentang menurunkan persentase pada laporan Turnitin, tetapi juga memastikan artikel tetap orisinal, berkualitas, dan mematuhi etika publikasi ilmiah. Dengan melakukan parafrase yang tepat, menggunakan sitasi yang benar, memperbarui referensi, serta menambahkan analisis orisinal, peluang artikel diterima oleh jurnal nasional maupun internasional akan semakin besar.
FAQ Cara Mengatasi Similarity Tinggi
Tidak. Similarity tinggi tidak selalu berarti plagiarisme. Similarity hanya menunjukkan adanya kemiripan teks dengan sumber lain, sedangkan plagiarisme terjadi ketika karya orang lain digunakan tanpa memberikan sitasi atau pengakuan yang sesuai.
2. Berapa batas similarity yang umumnya diterima oleh jurnal?
Mayoritas jurnal menerima similarity di bawah 20%, namun beberapa jurnal bereputasi, terutama jurnal Scopus Q1 dan Q2, menerapkan batas maksimal 10–15%. Pastikan selalu mengikuti Author Guidelines dari jurnal tujuan.
3. Bagaimana cara mengatasi similarity tinggi tanpa mengubah isi penelitian?
Anda dapat melakukan parafrase menggunakan kalimat sendiri, menambahkan analisis orisinal, memperbaiki struktur kalimat, memperbarui referensi, serta menggunakan sitasi yang benar tanpa mengubah makna penelitian.
4. Apakah menggunakan AI untuk parafrase diperbolehkan?
AI dapat digunakan sebagai alat bantu, tetapi hasilnya harus diperiksa kembali oleh penulis agar tetap akurat, tidak mengubah makna ilmiah, serta memenuhi etika publikasi akademik.
5. Software apa yang paling sering digunakan untuk mengecek similarity?
Beberapa perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah Turnitin, iThenticate, dan Crossref Similarity Check. Masing-masing memiliki algoritma dan basis data yang berbeda.
6. Apakah daftar pustaka ikut dihitung dalam similarity?
Ya, daftar pustaka dapat terbaca oleh sistem. Namun, pada pengaturan tertentu, editor dapat mengecualikan (exclude bibliography) sehingga tidak memengaruhi persentase similarity akhir.
7. Apakah metode penelitian sering menyebabkan similarity tinggi?
Ya. Bagian metode sering memiliki kemiripan karena menggunakan istilah teknis dan prosedur standar. Namun, editor biasanya memahami kondisi tersebut selama tidak terdapat penyalinan berlebihan.
8. Apakah self-plagiarism dapat meningkatkan similarity?
Ya. Menggunakan kembali artikel yang pernah dipublikasikan tanpa sitasi yang tepat dapat meningkatkan similarity dan termasuk self-plagiarism.
Fokuslah pada bagian dengan persentase kemiripan tertinggi, lakukan parafrase manual, ringkas kutipan yang terlalu panjang, tambahkan analisis baru, dan lakukan pengecekan ulang menggunakan Turnitin atau iThenticate.
10. Apakah Sentra Cendekia Publishing membantu mengatasi similarity tinggi?
Ya. Sentra Cendekia Publishing menyediakan layanan proofreading, editing akademik, parafrase sesuai etika publikasi, pengecekan similarity, hingga pendampingan publikasi jurnal nasional dan internasional.

